Jakarta (KABARIN) - Menjaga suasana hati ternyata tidak cukup hanya mengandalkan minuman yang diklaim bisa meningkatkan mood. Para ahli gizi menilai kebiasaan hidup sehat seperti makan teratur, rutin beraktivitas fisik, dan tidur yang cukup masih menjadi cara paling efektif untuk menjaga kondisi emosional tetap stabil.
Mengutip EatingWell, Rabu, tren minuman yang dipromosikan sebagai penambah mood memang semakin banyak diminati. Meski begitu, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang konsisten bahwa produk tersebut benar-benar efektif mengatasi stres, kecemasan, atau perubahan suasana hati.
Beberapa kandungan seperti L-theanine dan ashwagandha memang menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan dalam sejumlah penelitian. Namun, studi tersebut hanya menguji masing-masing bahan dalam dosis tertentu, bukan produk minuman yang dijual bebas di pasaran.
Sebagai alternatif, para ahli menyarankan beberapa kebiasaan sederhana yang manfaatnya telah didukung berbagai penelitian ilmiah.
Salah satu yang paling penting adalah menjaga jadwal makan tetap teratur. Ahli gizi Emily Van Eck menjelaskan bahwa makan secara konsisten sepanjang hari sering kali dianggap sepele, padahal kebiasaan ini berperan besar dalam menjaga energi dan suasana hati.
Ia juga menyarankan setiap kali makan sebaiknya mengombinasikan karbohidrat, protein, serta lemak sehat agar kebutuhan nutrisi tubuh lebih seimbang.
Selain pola makan, aktivitas fisik juga memiliki pengaruh positif terhadap kondisi mental. Tidak harus selalu melakukan olahraga berat, karena gerakan ringan pun tetap memberikan manfaat jika dilakukan secara rutin.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC menganjurkan orang dewasa melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama sedikitnya 150 menit setiap minggu, ditambah latihan kekuatan otot sebanyak dua kali dalam sepekan.
Tidur yang cukup juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mental. Orang dewasa disarankan mendapatkan waktu tidur setidaknya tujuh jam setiap malam agar tubuh lebih rileks, tingkat stres berkurang, dan suasana hati tetap terjaga.
Para ahli juga mengingatkan agar konsumsi kafein dan alkohol tidak berlebihan. Asupan kafein yang terlalu banyak, terutama pada sore atau malam hari, bisa memicu rasa gelisah, meningkatkan kecemasan, serta mengganggu kualitas tidur.
Sementara itu, alkohol memang dapat memberikan efek tenang untuk sementara, tetapi dalam jangka panjang justru berpotensi menurunkan kualitas tidur dan memengaruhi kondisi emosional.
Meski demikian, minuman yang diklaim dapat meningkatkan mood tetap bisa menjadi pilihan bagi sebagian orang, khususnya sebagai pengganti minuman beralkohol.
Namun, para ahli menilai manfaat yang dirasakan kemungkinan lebih berasal dari kebiasaan meluangkan waktu sejenak untuk beristirahat dan menikmati minuman tersebut, bukan semata-mata karena kandungan bahan di dalamnya.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026